Review Nanamia Pizzeria Jogja, Pengalaman Makan Pizza Tipis Khas Italia di Tengah Kebun yang Asri Yogyakarta!

Review Nanamia Pizzeria Jogja, Pengalaman Makan Pizza Tipis Khas Italia di Tengah Kebun yang Asri Yogyakarta!

Yogyakarta memang nggak pernah kehabisan tempat nongkrong yang punya karakter kuat. Tapi kalau bicara soal pizza yang beneran “Italia banget”, pikiran saya pasti langsung tertuju ke satu nama: Nanamia Pizzeria. Buat kamu yang sudah bosan dengan pizza ala Amerika yang rotinya tebal dan penuh roti, Nanamia adalah oase. Bukan cuma soal rasa, tapi atmosfer yang ditawarkan terutama di cabang Tirtodrunan bikin pengalaman makan jadi jauh lebih personal dan santai.

Ekspektasi saya setiap kali ke sini selalu sama: ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk jalanan Jogja yang makin padat. Dan hebatnya, Nanamia nggak pernah gagal memberikan kesan “pulang” ke sebuah rumah di pedesaan Italia yang sejuk.

Suasana Garden Dining yang Bikin Betah

Salah satu daya tarik utama Nanamia Pizzeria, khususnya yang berlokasi di Jalan Tirtodrunan, adalah konsep outdoor dining-nya. Begitu melangkah masuk, kamu akan disambut dengan halaman rumput yang luas, pohon-pohon peneduh yang rimbun, dan lampu-lampu gantung yang kalau malam tiba, suasananya berubah jadi sangat romantis.

Makan di sini berasa seperti sedang piknik di kebun belakang rumah. Meja-mejanya ditata sedemikian rupa agar pengunjung punya privasi masing-masing. Ada area lesehan dengan bean bag yang santai banget buat kamu yang datang bareng teman-teman, atau meja kayu formal buat makan malam bareng keluarga. Rumput hijaunya yang terawat bikin mata jadi sejuk, sebuah kemewahan tersendiri di tengah kota Jogja yang suhunya kadang lagi panas-panasnya.

Baca Juga:
Review Pizzeria Cavalese Jakarta, Rahasia Kelezatan Pizza Tungku Kayu Bakar dengan Suasana Restoran Italia Otentik

Rahasia Kelezatan Pizza Tipis (Thin Crust) Autentik

Masuk ke menu utama, yaitu si Pizza. Nanamia memegang teguh prinsip Traditional Pizza. Mereka menggunakan tungku kayu bakar tradisional (wood-fired oven) untuk memanggang pizzanya. Apa bedanya dengan oven listrik biasa? Aromanya, kawan! Ada aroma smoky yang khas dan tingkat kematangan adonan yang nggak bisa ditiru oleh teknologi modern.

Adonannya bertipe thin crust tipis, renyah di pinggir, tapi tetap lembut di bagian tengah. Ini adalah jenis pizza yang nggak bikin kamu cepat kenyang karena kebanyakan makan karbohidrat roti. Di sini, topping-nya benar-benar menjadi bintang utama.

Salah satu menu favorit saya adalah Pizza Margherita untuk menguji seberapa autentik saus tomat dan keju mozzarella-nya. Hasilnya? Simpel tapi meledak di mulut. Kalau kamu suka yang lebih ramai, Pizza Quattro Stagioni atau varian dengan beef salami dan jamur juga sangat layak dicoba. Setiap gigitan memberikan tekstur yang pas, tidak terlalu berminyak, dan bumbunya sangat seimbang.

Lebih dari Sekadar Pizza: Pasta dan Antipasti

Jangan salah, meski namanya “Pizzeria”, menu selain pizzanya pun nggak kalah juara. Saya sempat mencoba Lasagna-nya. Lapisan pasta, daging cincang, dan saus béchamel-nya sangat creamy tapi nggak bikin eneg. Porsinya pas, disajikan hangat-hangat dalam wadah keramik yang menjaga suhunya tetap stabil.

Untuk pembuka atau Antipasti, Bruschetta mereka adalah pilihan yang aman sekaligus nikmat. Roti panggang yang garing dengan topping tomat segar, bawang putih, dan basil benar-benar membangkitkan selera makan. Kalau kamu lagi diet atau ingin yang lebih ringan, deretan salad mereka juga menggunakan sayuran yang terasa sangat segar, seolah baru dipetik dari kebun sendiri.

Pilihan Minuman yang Menyegarkan

Setelah makan pizza yang gurih, paling pas ditutup dengan minuman yang segar. Nanamia punya deretan Mocktails dan Fresh Juices yang menarik. Favorit saya adalah Iced Lemon Tea mereka yang rasa tehnya masih kuat, bukan sekadar sirup instan. Atau kalau kamu ingin yang lebih “Italia”, kamu bisa memesan kopi mereka yang cukup nendang.

Duduk di kebun sambil menyeruput minuman dingin dan melihat langit Jogja yang perlahan menggelap adalah definisi healing yang sesungguhnya. Tidak ada suara klakson yang mengganggu, hanya suara percakapan rendah dari meja sebelah dan sesekali suara daun yang tertiup angin.

Pelayanan yang Hangat dan Ramah

Satu hal yang sering luput dari review tapi menurut saya sangat krusial adalah pelayanan. Di Nanamia, para stafnya sangat sigap. Meskipun dalam kondisi ramai yang mana sering terjadi di akhir pekan mereka tetap ramah dan membantu. Waktu tunggu pesanan (terutama pizza yang di panggang manual) menurut saya masih dalam batas wajar, sekitar 15-20 menit.

Mereka juga sangat memperhatikan kebersihan. Meja segera di bersihkan setelah pengunjung selesai, dan area toilet serta mushola juga terjaga dengan baik. Ini poin plus buat kamu yang sangat peduli dengan aspek higienitas tempat makan.

Mengapa Nanamia Cocok untuk Semua Kalangan?

Nanamia Pizzeria bukan cuma buat anak muda yang mau aesthetic-an di Instagram. Tempat ini sangat family friendly. Area rumputnya yang luas memungkinkan anak-anak untuk sedikit bergerak tanpa harus merasa terkekang di kursi makan.

Buat pasangan yang mau date night? Oh, jelas masuk banget. Suasana remang-remang dengan lilin di atas meja saat malam hari memberikan kesan yang sangat intim. Buat pekerja remote atau digital nomad yang ingin kerja sambil ngemil pizza di sore hari pun masih sangat nyaman, karena mereka menyediakan akses Wi-Fi yang cukup stabil.

Tips Saat Berkunjung ke Nanamia Pizzeria

Kalau kamu berencana datang ke sini, ada baiknya memperhatikan beberapa tips kecil agar pengalamanmu makin maksimal:

  1. Datang di Sore Hari: Waktu terbaik adalah sekitar jam 4 atau 5 sore. Kamu bisa mendapatkan cahaya matahari yang cantik untuk foto-foto, lalu menikmati transisi menuju suasana malam yang syahdu.

  2. Reservasi di Akhir Pekan: Karena tempat ini sangat populer di kalangan warga lokal maupun turis, akhir pekan biasanya sangat penuh. Sebaiknya telepon dulu untuk pesan meja kalau kamu datang dengan rombongan besar.

  3. Coba Menu Sharing: Pizza di sini ukurannya cukup besar untuk di bagi berdua atau bertiga. Jadi, kamu bisa memesan beberapa varian pizza dan pasta untuk saling mencicipi.

  4. Gunakan Pakaian Nyaman: Karena konsepnya kebun dan semi-terbuka, pastikan kamu memakai pakaian yang menyerap keringat. Meskipun rindang, udara Jogja terkadang tetap terasa lembap.

Lokasi dan Aksesibilitas

Nanamia Pizzeria punya dua cabang utama, yaitu di Jalan Tirtodrunan dan Jalan Mozes Gatotkaca. Namun, kalau kamu mencari pengalaman “Makan di Tengah Kebun”, cabang Tirtodrunan adalah jawabannya. Lokasinya berada di kawasan Mantrijeron, dekat dengan daerah turis Prawirotaman. Aksesnya mudah di jangkau baik dengan motor maupun mobil, meskipun area parkir mobilnya terkadang cukup penuh saat jam makan malam.

Secara keseluruhan, Nanamia Pizzeria bukan sekadar tempat makan, tapi sebuah destinasi. Ia menawarkan paket lengkap: rasa makanan yang otentik, harga yang masih sangat masuk akal untuk kualitas yang di dapat, serta atmosfer yang sulit di temukan di restoran pizza franchise besar. Mengunjungi Nanamia adalah cara terbaik untuk mengapresiasi sisi tenang dan puitis dari Yogyakarta melalui sepotong pizza tipis yang lezat.