Pizza merupakan salah satu makanan paling populer di dunia. Hampir setiap negara memiliki restoran pizza dengan berbagai variasi rasa dan topping yang menggugah selera. Namun, tidak semua pizza dibuat dengan cara yang sama. Di balik tampilannya yang sekilas mirip, terdapat berbagai gaya pizza yang memiliki karakteristik unik, terutama Pizza Neapolitan, New York Style, dan Chicago Style.
Bagi sebagian orang, pizza hanyalah roti pipih dengan saus tomat, keju, dan topping. Namun menurut saya, memahami perbedaan setiap gaya pizza justru membuat pengalaman menikmati makanan ini menjadi lebih menarik. Setiap jenis pizza lahir dari budaya, tradisi, dan preferensi masyarakat di daerah asalnya, sehingga menghasilkan cita rasa dan tekstur yang berbeda.
Jika Anda pernah bertanya mengapa ada pizza yang tipis dan lentur, sementara ada juga yang tebal seperti pai, jawabannya terletak pada gaya pembuatannya. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan Pizza Neapolitan, New York Style, dan Chicago Style.
Mengenal Asal Usul Berbagai Gaya Pizza
Sebelum membahas perbedaannya, penting untuk memahami bahwa ketiga jenis pizza ini berasal dari latar belakang yang berbeda.
Pizza Neapolitan dari Italia
Pizza Neapolitan berasal dari kota Napoli atau Naples di Italia. Banyak orang menganggap jenis ini sebagai bentuk pizza paling autentik dan menjadi cikal bakal pizza modern yang dikenal saat ini.
New York Style dari Amerika Serikat
New York Style berkembang dari resep pizza Italia yang dibawa oleh para imigran ke Amerika Serikat. Seiring waktu, resep tersebut mengalami penyesuaian hingga menjadi gaya pizza khas New York.
Chicago Style yang Unik
Chicago Style lahir di kota Chicago dan terkenal karena bentuknya yang tebal menyerupai pai. Gaya ini sangat berbeda dari pizza tradisional Italia.
Karakteristik Pizza Neapolitan
Ketika berbicara tentang pizza autentik Italia, Pizza Neapolitan hampir selalu menjadi referensi utama.
Adonan yang Tipis dan Lembut
Ciri khas terbesar Pizza Neapolitan adalah adonannya yang tipis di bagian tengah tetapi memiliki pinggiran yang mengembang.
Adonan biasanya dibuat hanya dari beberapa bahan sederhana:
- Tepung
- Air
- Garam
- Ragi
Kesederhanaan bahan ini justru menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Dipanggang dalam Oven Bersuhu Tinggi
Pizza Neapolitan dimasak menggunakan oven berbahan bakar kayu dengan suhu yang sangat tinggi, biasanya mencapai lebih dari 400 derajat Celsius.
Proses pemanggangan hanya berlangsung sekitar 60 hingga 90 detik.
Hasilnya adalah pizza dengan:
- Pinggiran sedikit gosong
- Tekstur lembut
- Aroma khas oven kayu
- Bagian tengah yang sedikit lentur
Topping yang Sederhana
Menurut saya, keunikan Pizza Neapolitan terletak pada kesederhanaannya.
Topping yang umum digunakan meliputi:
- Saus tomat
- Keju mozzarella segar
- Daun basil
- Minyak zaitun
Fokus utama bukan pada banyaknya topping, melainkan kualitas bahan yang digunakan.
Karakteristik Pizza New York Style
New York Style merupakan salah satu jenis pizza yang paling populer di Amerika Serikat.
Ukuran Besar dan Irisan Lebar
Pizza New York biasanya memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan Pizza Neapolitan.
Potongannya juga lebar sehingga sering dijual per slice atau per potong.
Adonan Lebih Tipis tetapi Renyah
Meskipun sama-sama tipis, tekstur New York Style berbeda dari Neapolitan.
Bagian bawah pizza lebih renyah sementara bagian tengahnya tetap cukup lentur untuk dilipat saat dimakan.
Inilah alasan mengapa banyak orang menikmati pizza New York dengan cara melipat ujungnya terlebih dahulu.
Menggunakan Lebih Banyak Keju
Dibandingkan Pizza Neapolitan, New York Style umumnya menggunakan lebih banyak keju mozzarella.
Selain itu, topping yang digunakan juga lebih beragam seperti:
- Pepperoni
- Sosis
- Jamur
- Bawang bombai
- Daging asap
Cocok untuk Porsi Besar
Menurut saya, New York Style sangat cocok bagi mereka yang menyukai pizza klasik dengan rasa yang lebih kaya dan mengenyangkan.
Karakteristik Pizza Chicago Style
Jika Pizza Neapolitan dan New York Style dikenal karena adonannya yang tipis, Chicago Style justru terkenal karena ketebalannya.
Bentuk Mirip Pai
Chicago Style sering disebut sebagai deep dish pizza.
Pizza ini dipanggang menggunakan loyang yang dalam sehingga menghasilkan bentuk menyerupai pai.
Tingginya bisa mencapai beberapa sentimeter, jauh lebih tebal dibandingkan pizza pada umumnya.
Lapisan yang Berbeda
Salah satu keunikan Chicago Style adalah urutan penyusunan bahan yang tidak biasa.
Biasanya terdiri dari:
- Adonan tebal
- Keju mozzarella
- Berbagai topping
- Saus tomat di bagian paling atas
Susunan ini berbeda dari kebanyakan pizza yang menempatkan saus tomat di bawah keju.
Lebih Mengenyangkan
Karena ketebalannya, satu potong Chicago Style bisa terasa seperti satu porsi makan utama.
Menurut saya, jenis pizza ini cocok bagi pencinta makanan berat yang ingin menikmati pizza dengan tekstur dan rasa yang lebih kaya.
Perbedaan Ketebalan Adonan
Salah satu cara paling mudah membedakan ketiga jenis pizza ini adalah melalui ketebalan adonannya.
Pizza Neapolitan
- Sangat tipis di tengah
- Pinggiran mengembang
- Lembut dan lentur
New York Style
- Tipis tetapi lebih kokoh
- Dasar lebih renyah
- Mudah di lipat
Chicago Style
- Sangat tebal
- Mirip pai
- Lebih padat dan mengenyangkan
Perbedaan ini sangat memengaruhi pengalaman saat menyantap pizza.
Perbedaan Topping dan Saus
Selain adonan, topping dan saus juga menjadi pembeda utama.
Neapolitan Mengutamakan Kesederhanaan
Pizza Neapolitan biasanya menggunakan topping yang minimalis dengan fokus pada kualitas bahan.
New York Style Lebih Variatif
New York Style menawarkan lebih banyak pilihan topping sehingga cocok untuk berbagai selera.
Chicago Style Lebih Kaya Isian
Chicago Style sering menggunakan jumlah keju dan topping yang lebih banyak sehingga terasa lebih padat.
Menurut saya, jika menyukai rasa yang sederhana dan autentik, Neapolitan adalah pilihan yang tepat. Namun jika menginginkan topping melimpah, Chicago Style bisa menjadi favorit.
Perbedaan Cara Menikmati
Cara menikmati ketiga jenis pizza ini juga cukup berbeda.
Pizza Neapolitan
Biasanya di makan menggunakan pisau dan garpu atau langsung dengan tangan.
Karena teksturnya lembut, pizza ini sering kali tidak dapat di pertahankan dalam posisi lurus terlalu lama.
Pizza New York Style
Sering di makan dengan cara dilipat.
Cara ini menjadi ciri khas budaya makan pizza di New York.
Pizza Chicago Style
Karena bentuknya tebal, pizza ini hampir selalu di makan menggunakan pisau dan garpu.
Memakannya dengan tangan sering kali cukup merepotkan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
Pertanyaan ini sering muncul dari orang yang baru mulai menjelajahi dunia pizza.
Jika Menyukai Pizza Tradisional
Pizza Neapolitan menjadi pilihan yang tepat karena menawarkan cita rasa autentik khas Italia.
Jika Menyukai Pizza Klasik
New York Style merupakan pilihan yang aman dan mudah di sukai banyak orang.
Jika Menyukai Makanan Berat
Chicago Style cocok bagi mereka yang ingin menikmati pizza dengan porsi besar dan isian melimpah.
Menurut saya, New York Style sering menjadi titik tengah yang paling mudah di terima oleh berbagai kalangan karena memadukan tekstur yang nyaman dengan topping yang beragam.
Mengapa Ketiga Gaya Pizza Ini Tetap Populer?
Popularitas Pizza Neapolitan, New York Style, dan Chicago Style tidak terlepas dari karakter unik yang di miliki masing-masing.
Pizza Neapolitan menawarkan kesederhanaan dan keaslian resep Italia. New York Style menghadirkan keseimbangan antara tekstur tipis dan topping yang melimpah. Sementara itu, Chicago Style memberikan pengalaman makan yang berbeda berkat bentuknya yang tebal dan kaya isian.
Perbedaan inilah yang membuat dunia pizza menjadi begitu menarik. Setiap gaya memiliki penggemarnya sendiri dan menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Dengan memahami karakteristik masing-masing, Anda dapat lebih mudah menentukan jenis pizza yang paling sesuai dengan selera dan suasana makan yang di inginkan.
Baca Juga : 7 Jenis Topping Pizza Paling Unik yang Wajib Di coba Pecinta Kuliner
